Cara Penghitungan Pemotongan Pph Pasal 21 Terhadap Penghasilan Pegawai Harian Tahun 2013

Pada artikel sebelumnya adalah merupakan contoh Penghitungan Pemotongan PPh Pasal 21 atas Pegawai tetap dengan Gaji Harian tahun 2013 Berikut kita akan membuat contoh Cara Penghitungan Pemotongan Pph Pasal 21 Terhadap Penghasilan Pegawai Harian (bukan pegawai tetap) Tahun 2013.

Rahmad Affandi dengan status belum menikah pada bulan Januari 2013 bekerja sebagai buruh harian PT Cipta Mandiri Sejahtera. la bekerja selama 10 hari dan menerima upah harian sebesar Rp200.000,00.
Cara Penghitungan PPh Pasal 21 terutang adalah sebagai berikut :




Upah sehari Rp 200.000,00
Dikurangi batas upah harian tidak dilakukan pemotongan PPh
Rp 200.000,00
Penghasilan Kena Pajak sehari Rp 0,00
PPh Pasal 21 dipotong atas Upah sehari:Rp 0,00
Sampai dengan hari ke-10, karena jumlah kumulatif
upah yang diterima belum melebihi Rp2.025.000,00
maka tidak ada PPh Pasal 21 yang dipotong.
Pada hari ke-11 jumlah kumulatif upah yang diterima
melebihi Rp2.025.000,00, maka PPh Pasal 21 terutang dihitung
berdasarkan upah setelah dikurangi PTKP yang sebenarnya.
Upah s.d hari ke-11 (Rp200.000,00 x 11)Rp 2.200.000,00
PTKP sebenarnya:
11 x (Rp24.300.000,00/ 360) Rp 742.500,00
Penghasilan Kena Pajak s.d hari ke-11 Rp 1.457.500,00
PPh Pasal 21 terutang s.d hari ke-11
5% x Rp1.457.500,00 Rp 72.875,00
PPh Pasal 21 yang telah dipotong s.d hari ke-10 Rp 0,00
PPh Pasal 21 yang harus dipotong pada hari ke-11 Rp 72.875,00
Sehingga pada hari ke-11, upah bersih yang diterima
Rahmat Affandi sebesar:
Rp200.000,00 - Rp72.875,00= Rp127.125,00
Misalkan Rahmat Affandi bekerja selama 12 hari,
maka penghitungan PPh Pasal 21 yang harus
dipotong pada hari ke - 12 adalah sebagai berikut :
Pada hari kerja ke-12, jumlah PPh Pasal 21 yang dipotong adalah:
Upah sehari Rp 200.000,00
PTKP sehari
- untuk WP sendiri (Rp 24.300.000,00: 360) Rp 67.500,00
Penghasilan Kena Pajak Rp 132.500,00
PPh Pasal 21 terutang
5% x Rp132.500,00 Rp 6.625,00
Sehingga pada hari ke-12, Rahmat Affandi menerima upah bersih sebesar:
Rp200.000,00 - Rp6.625,00 = Rp193.375,00


Dasar hukumnya : PER-31/PJ/2012



Anda baru saja selesai membaca Artikel tentang Cara Penghitungan Pemotongan Pph Pasal 21 Terhadap Penghasilan Pegawai Harian Tahun 2013, Terimakasih Telah membaca Artikel Cara Penghitungan Pemotongan Pph Pasal 21 Terhadap Penghasilan Pegawai Harian Tahun 2013. Anda boleh menyebar Luaskan atau Share melalui FB, Twiter G+ dan lainnya jika Artikel Cara Penghitungan Pemotongan Pph Pasal 21 Terhadap Penghasilan Pegawai Harian Tahun 2013 ini sangat bermanfaat bagi anda atau rekan anda, melalui Link Cara Penghitungan Pemotongan Pph Pasal 21 Terhadap Penghasilan Pegawai Harian Tahun 2013 sebagai Sumbernya.

0 komentar:

Trik dan Tips Excel

Ketentuan Umum Perpajakan

Windows Movie Maker

Pajak Pertambahan Nilai

Serba Serbi