Pengertian Keluarga sedarah dan semenda

Ada beberapa orang yang bertanya apa maksudnya Keluarga sedarah dan semenda dalam perpajakan. untuk menjelaskannya kita harus tahu siapa saja yang termasuk dalam keluarga sedarah dan siapa saja yang termasuk keluarga semenda.

Contoh Hubungan keluarga sedarah dan semenda :
1. Sedarah lurus : Ayah, ibu, anak kandung
2. Sedarah ke samping : Saudara kandung
3. Semenda lurus : Mertua, anak tiri
4. Semenda ke samping : Saudara Ipar

didalam penjelasan Pasal 7 UU  No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan disebutkan : Wajib Pajak yang mempunyai anggota keluarga sedarah dan semenda dalam garis keturunan lurus yang menjadi tanggungan sepenuhnya, misalnya orang tua, mertua, anak kandung, atau anak angkat diberikan tambahan Penghasilan Tidak Kena Pajak untuk paling banyak 3 (tiga) orang. Yang dimaksud dengan “anggota keluarga yang menjadi tanggungan sepenuhnya” adalah anggota keluarga yang tidak mempunyai penghasilan dan seluruh biaya hidupnya ditanggung oleh Wajib Pajak.


Dengan demikian saudara kandung dan saudara ipar yang menjadi tanggungan wajib pajak tidak memperoleh tambahan pengurangan PTKP. Saudara dari bapak/ibu tidak termasuk dalam pengertian keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus.

dasar hukum : Pasal 7 UU  No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan







Anda baru saja selesai membaca Artikel tentang Pengertian Keluarga sedarah dan semenda, Terimakasih Telah membaca Artikel Pengertian Keluarga sedarah dan semenda. Anda boleh menyebar Luaskan atau Share melalui FB, Twiter G+ dan lainnya jika Artikel Pengertian Keluarga sedarah dan semenda ini sangat bermanfaat bagi anda atau rekan anda, melalui Link Pengertian Keluarga sedarah dan semenda sebagai Sumbernya.

2 komentar:

Windows Movie Maker

http://googleping.com

Trik dan Tips Excel